• Nashira
  • Inti dari Kebahagiaan adalah Kumpulan Kebahagiaan dari Hal Hal Kecil.
  • Kebijaksanaan adalah Pemahaman Nilai Nilai Abadi dan Nilai nilai Hidup
  • Mengucapkan Maaf Hanya Mampu Dilakukan Oleh Orang Pemberani
  • Pemenang Bukannya Tak Pernah Gagal, Tetapi Tidak Pernah Menyerah
  • Kekuatan Bukanlah Tentang Memikul Sekuat Tenaga, Tetapi Tentang Ketepatan Sasaran

Arti Didikan Keras Seorang Ayah

Jenny adalah seorang anak tunggal dari sebuah keluarga yang sederhana yang tinggal di pinggiran kota. Dan walaupun dia anak satu-satunya, sejak kecil dia sering dimarahi oleh ayahnya. Dimata sang ayah, tidak satupun pekerjaan yang benar yang telah dilakukan Jenny. Setiap hari, dia berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan ayahnya. Namun tetap saja, hanya ketidakpuasan sang ayah yang ia dapatkan.
Begitu juga pada saat jenny berusia 17 tahun. Tidak ada ucapan selamat ulang tahun yang keluar dari mulut ayahnya. Dan tak heran, kalau semua ini membuat Jenny semakin membenci ayahnya. Sosok ayah yang melekat dalam dirinya, adalah sosok yang pemarah dan tidak memperhatikan dirinya. Hingga akhirnya, Jenny pun memberontak. Dan tidak pernah satu haripun ia lewati tanpa bertengkar dengan ayahnya.
Beberapa hari setelah ulang tahun Jenny yang ke-17, ayah jenny meninggal dunia, akibat penyakit kangker yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapapun, kecuali pada istrinya. Walaupun merasa sedih dan kehilangan, tetapi di dalam diri Jenny masih tersimpan rasa benci yang mendalam kepada ayahnya.
Sampai suatu hari, saat Jenny membantu ibunya membereskan barang-barang peninggalan almarhum, ia menemukan sebuah bingkisan yang dibungkus dengan rapi, dan di atasnya tertulis, "Untuk anakku tersayang".
Lalu dengan hati-hati diambilnya bingkisan tersebut, dan Jenny pun mulai membukanya. Di dalam bingkisan tersebut, terdapat sebuah jam tangan dan sebuah buku yang telah lama ia idam-idamkan. Disamping kedua benda itu, terdapat sebuah kartu ucapan berwarna merah muda, warna kesukaan Jenny. Perlahan ia membuka kartu tersebut, dan mulai membaca tulisan yang ada di dalamnya yang ia kenali betul, sebagai tulisan tangan ayahnya.
"Ya Allah.. terimakasih karena Engkau mempercayai diriku yang rendah ini untuk memperoleh karunia terbesar dalam hidup ku. Ku mohon ya Allah ya Robbi, jadikan buah kasih hambuMu ini orang yang berarti bagi sesamanya, dan bagi Mu. Jangan lah Engkau berikan jalan yang lurus dan luas membentang baginya, berikan juga jalan yang penuh liku dan duri. agar dia dapat meresapi kehidupan yang seutuhnya. Sekali lagi ku mohon ya Allah, sertailah anakku dalam setiap langkah yang dia tempuh, jadikan dia sesuai dengan kehendak-Mu. Selamat ulang tahun anak ku. Doa ayah selalu menyertaimu."
Tulisan dalam kartu itu membuat air mata Jenny tak terbendung lagi. Ibunya menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi. Dalam pelukan ibunya, Jenny pun menceritakan semua tentang bingkisan dan tulisan yang terdapat dalam kartu ulang tahunnya.
Sang ibu, akhirnya menceritakan bahwa ayahnya memang sengaja merahasiakan penyakitnya. Dan sengaja mendidik jenny dengan keras, agar sang anak menjadi wanita yang kuat dan tegar.
Summary
Cerita ini mengingatkan kita untuk tidak selalu melihat apa yang kita lihat dengan kedua mata kita saja. Tapi lihat pula sesuatu itu dengan mata hati kita. Apa yang telah kita lihat dengan kedua mata kita, terkadang tidak sepenuhnya seperti apa yang sebenarnya terjadi. Kasih sayang seorang ayah, Ibu, saudara-saudara, atau orang-orang di sekitar kita, dan terutama kasih Yang Maha Kuasa, yang dilimpahkan kepada kita dengan berbagai cara. Sekarang tinggal bagaimana kita menerima, menyerap, mengartikan, dan membalas kasih sayang itu.

http://www.facebook.com/resonansi.page?ref=hl
Read More

Cintailah Cinta

Memang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak pernah membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang sedangkan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian  untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.
Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.
Teman yang terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sepatah katapun, dan ketika harus berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama.
Benar adanya bahwa kita tidak akan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi benar juga adanya, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita.
Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan.
Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula.
Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan yang kejam dapat menghancur-kan kehidupan, sebuah kata yang tidak tepat mungkin juga mampu menambah beban batin seseorang, dan… sebuah kata yang penuh cinta kasih mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah.
Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana menciptakan semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya.
Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, kemudian tumbuh dengan sebuah kecupan dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita menangis begitu kerasnya, sementara orang-orang disekeliling kita tersenyum bahagia. Dan ketika kita menanggalkan hidup ini, kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia… sementara orang lain, hanya mampu menangisi kepergian kita.
Salam ukhuwah untuk sahabat RJ.

 http://www.facebook.com/resonansi.page?ref=hl

Read More

Hasrat Untuk Berubah

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal..
Aku bermimpi ingin mengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifan ku.
ku dapati bahwa dunia tidak kunjung berubah..
Maka cita2 itupun agak ku persempit,
lalu ku putuskan untuk hanya merubah negeri ku.
namun tampaknya hasrat itupun tiada hasilnya.
Ketika usia ku semakin senja, dengan semangat yg masih tersisa,
ku putuskan untuk merubah keluarga ku, org2 paling dekat dgn ku,
tp celakanya, mereka pun tdk mau berubah...
dan kini....
Sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba2 ku sadari..
"andaikan yg pertama-tama ku ubah adalah diri ku,
maka dengan menjadikan diri ku sebagai panutan
mungkin aku bisa mengubah keluarga ku...
lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka bisa jadi aku pun mampu
merubah negeri ku...
kemudian siapa tahu...
aku bahkan bisa mengubah dunia."
(terukir di sebuah makam di Westminster Abbey, inggris 1100)
Read More

Jessica

Pada suatu malam, “Budi” seorang executive success, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas berkas pekerjaan kantor,yg dia bawa pulang kerumah,karna keesokan harinya ada rapat umum yg sangat penting dengan para pemegang saham.

Ketika sedang asik menyeleksi dokumen kantor tersebut,Putrinya Jessica datang mendekati dan berdiri dekat disampingnya sambil memegang buku cerita baaaarrruuu. Buku itu bergambar seorang peri kecil yg sangat menarik perhatian Jessica

Jessica : “pa , lihat Jessi punya buku baru baaaguss deCcCcChh!!” Jessica berusaha menarik perhatiaan ayahnya,Budi menengok kearahnya sambil menurunkan kacamatanya.kalimat yg keluar hanya kalimat basa basi
Budi : “waaah, bagus ya Jes”

Jessica : “iya papa” Jessica merasa senang , karena ada tanggapan dari ayahnya. “bacaan Jessi dong pa” pinta Jessi dengan lembut

Budi : “waaah, papa sedang sibuk sekali ni,jangan sekarang deh” sanggah Budi dengan cepat,lalu Dia mengalihkan perhatiaannya dengan kertas kertas yg berserakan didepannya.

Jessica diam, tapi dia belum menyerah,dengan suara lembut dan sedikit manja,dia kembali merayu ayahnya.

Jessica : “pa,mama bilang, paaapa mau baca untuk jessy”

Budi : “lain kalii Jessica,sana! Papa lagi banyak kerjaan nih” budi berusaha memusatkan perhatiannya kepada lembaran kertas kertas tadi.

Menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempat yg penuh harap dan tiba tida Dia memulai percakapan lagi

Jessica : “pa, gambarnya bagus bagus deh,papa pasti suka.

Budi :” Jessica, papa bilang “ LAIN KALI..!!!” Budi membentaknya dengan keras, kali ini Budi berhasil membuat Jessica mundur.Matanya berkaca kaca, dan dia bergeser menjauhi ayahnya
Selang beberapa saat.... 

Jessica : “ya pa, lain kali aja ya pa” dia masih sempat mendekati ayahnya dan menyentuh lembut tangan ayahnya,dia menaruh buku cerita di pangkuan ayahnya.

Jessica :”pa, kalau papa ada waktu, papa baca keras keras ya pah, supaya Jessica bisa denger.

Hari demi hari telah berlalu tanpa terasa 2 pekan berlalu,namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi. Buku cerita peri kecil, belum pernah dibacakan bagi dirinya,hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras.

Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris,bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yg membawa kendaraannya dengan kencang di depan rumah Budi.
Tubuh Jessica mungil terlempar beberapa meter . Dalam keadaan yg begitu panik,ambulans didatangkan secepatnya.

Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica sempat berkata dengan begitu lirih.
Jessica :”papa,mama, jessi takut pa. Jessi sayang papa dan mama”

Darah segar terus keluar dari mulutnya........................,hingga...... dia tidak tertolong lagi, ketika sesampainya dirumah sakit terdekat.

Kejadian hari itu mengguncang hati nurani Budi, tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji.... Kini yg ada hanyalah sebuah penyesalan. Permintaan sang buah hati yg sangat sederhanapun tidak dia penuhi.

Masih segar terbayang dalam ingatan Budi, tangan kecil anaknya yg memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita. Kini , sentuhan kecil itu sangat berarti sekali.

Sore itu setelah segalanya berlalu , yang tersisa hanyalah kesunyian dan keheningan hati.
Canda dan riang Jessica kecil , tidak akan terdengar lagi. Budi mulai membuka buku cerita peri kecil yg diambilnya perlahan dari obokan mainan Jessica dipojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan yg tak berbentuk, menghiasi lembar lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati dengan mata yg berkaca kaca. Dia membuka halaman pertama dengan suara yg sangat keras.Tampak sekali Dia berusaha membacanya dengan sangat keras. Dia terus membacanya dengan keras keras, halaman demi halaman, dengan berlinang air mata.

Budi :” Jessiiiiiiiiii..!!!, dengaaaaar..!!!, papa baca untukmu naaaaaaak..!!!” selang beberapa kata,hatinya pun memohon lagi

Budi : “jessiiiii...!!!, papa mohon ampun nak, papa sayang sama Jessiiiiii.” Seakan tiap kata dalam bacaan itu,begitu menggores lubuk hatinya .

Tak kuasa menahan sakit, Budi bersujud dan menangis,memohon kepada tuhan untuk diberi kesempatan lagi. Untuk belajar MENCINTAI.

Summary :
LUANGKANLAH WAKTU UNTUK ORANG YANG ANDA CINTAI DAN KASIHI, KARNA HIDUP HANYA SEKALI”
Read More

Ayah Juga Lupa

Dengar,nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan rambutmu yang ikal lengket pada dahimu yang lembab. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu. baru beberapa menit yang lalu, ketika ayah membaca koran di ruangan perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah Ayah datang masuk menghampiri pemba
ringanmu
Ada hal2 yang Ayah pikiran, nak: Ayah selama ini bersikap kasar kepada mu. Ayah membentakmu ketika kau sedang berpakaian hendak pergi

kesekolah karena kau hanya nenyeka muka mu sekilas dengan handuk. Lalu ayah melihat kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah takkala kau melempar beberapa barang mu ke lantai.

Saat makan pagi Ayah juga menemukan kesalahan, kau meludahkan makananmu. Kau menelan terburu buru makananmu, Kau meletakkan sikuamu diatas meja, Kau mengoleskan mentega terlalu tebal di rotimu, dan begitu kau mulai bermain dan Ayah berangkat bekerja, kau berpaling dan melambaikan tangan sambil berseru "selamat jalan Ayah!!!" dan Ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, "tegakkan bahumu!!!"
Kemudian semua itu berulang lagi pada sore hari. Begitu Ayah muncul dari jalan, Ayah segera mengamatimu dengan cermat, memandang hingga lutut, memandangmu yang sedang bermain kelereng. Ada lubang2 pada kaos kakimu. Ayah menghinamu di depan kawan2 mu, lalu Ayah menggiringmu untuk pulang kerumah. "Ini Kaus kaki mahal---- dan kalau kau yang harus membelinya, kau akan lebih ber hati hati!!!" Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari pikira seorang Ayah....
Apakah kau ingat nak, ketika ayah sedang mengejakan tugas kantor yang Ayah bawa pulag. Bagaimana kau datang dengan perasaa takut, dengan rasa terluka dalam matamu? Ketika Ayah terus memandang pekerjaan Ayah, tidak sabar karena gangguanmu, kau jadi ragu2 didepan pintu. "KAU MAU APA!!!" semprot Ayah.
Kau tidak berkata sepatah pun, melainkan berlari melintas, dan melompat kearah Ayah, kau melemparkan tanganmu melingkari leher ayah dan mencium Ayah, tangan2mu yang kecil semakin erat memeluk dengan hangat, kehangatan yang telah Allah tetapkan untuk mekar dihatimu dan bahkan pengabaian sekalipun tidak akan mampu melemahkannya. Dan kemudian kau pergi, bergegas menaiki tangga.
Nah, Nak, sesaat setelah itu koran jatuh dari tangan Ayah, dan satu rasa takut yang menyakitkan menerpa Ayah. Kebiasaan apa yang sudah Ayah lakukan? Kebiasaan dalam menemukan kesalahan, dalam mencerca--- ini adalah hadiah Ayah untukmu sebagai seorang anak. Bukan berarti Ayah tidak mencinatimu; Ayah lakukan ini karena ayah berharap terlalu banyak dari masa muda. Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun2 Ayah sendiri.
Dan sebenarnya begiti banyak hal yang baik dan benar dalam sifatmu. Hati mungil milikmu sama besarnya dengan fajar yang memayungi bukit2 luas. semua ini kau tunjukan dengan sikap spontanmu saat kau menghambur masuk dan mencium ayah sambil mengucapkan selamat tidur. Tidak ada masalah lagi malam ini, Nak. Ayah sudah datang ke tepi pembaringanmu dalam kegelapan, dan Ayah sudah berlutut di sana, dengan rasa malu
Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah; Ayah tau kau tidak akan mengerti hal2 seperti ini kalau Ayah sampaikan padamu saat kau terjaga. Tapi esok hari Ayah akan jadi Ayah sejati! Ayah akan bersahabat karib dengan mu, dan ikut menderita bila kau menderita, dan tertawa bila kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata2 tidak sabar keluar dari mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkan kata ini seolah olah sebuah ritual: "DIA CUMA SEORANG ANAK KECIL--- ANAK KECIL!!!"
Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang yang sudah besar. Namun Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat tidumu, Ayah lihat bahwa kau masih seorang bayi. kemaren kau masih dalam gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak........
Read More

Persaudaraan


Ada 2 orang bersaudara bekerja sama menggarap ladang milik keluarga mereka. Yang seorang si kakak telah menikah, dan memiliki keluarga yang cukup besar. Sedangkan si adik masih lajang dan berencana tidak menikah. Ketika musim panen tiba, mereka selalu membagi hasil sama rata. Selalu begitu.

Pada suatu hari si adik yang masih lajang itu berpikir : “tidak adil rasanya jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang sedangkan kebutuhan ku hanya sedikit.” Maka demi si kakak setiap malam ia mengambil sekarung padi miliknya dan diam-diam ia meletakkan karung itu di lumbung milik kakaknya. Sekarung padi itu ia anggap cukup untuk mengurangi beban si kakak dan keluarganya..

Sementara itu si kakak yang telah menikahpun merasa gelisah akan nasib adiknya pun ia berpikir “tidak adil jika kami selalu membagi rata semua hasil yang kami peroleh. aku punya anak istri dan anak-anak yang akan mampu merawatku kelak ketika aku tua. Sedangkan adikku tidak punya siap-siapa, tidak akan ada yang peduli jika nanti dia tua dan miskin. Sepertinya ia berhak mendapatkan hasil lebih daripada aku.” Karena itu setiap malam secara diam-diam ia-pun mengambil sekarung padi dari lumbungnya dan memasukkan ke lumbung padi milik adik satu-satunya itu. Ia berharap satu karung itu dapat mengurangi beban adiknya kelak.

begitulah selama bertahun-tahun, kedua bersaudara itu saling menyimpan rahasia, sementara padi di lumbungnya keduanya tidak pernah berubah jumlah. sampai suatu malam keduanya bertemu ketika sedang memindahkan satu karung ke masing-masing lumbung saudaranya. Dan disaat itulah mereka sadar dan saling menangis berpelukan. Mereka tau dalam diam ada cinta yang sangat dalam yang selama ini menjaga persaudaraan mereka. Ada harta yang justru menjadi perekat cinta bukan perusak.

Dear brother..Demikianlah jika kita saling bersaudara. Cinta tak harus selalu terucap
Read More

Jendela Rumah Sakit


Dua orang pria sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit, seorang diantaranya menderita penyakit yang mengharuskannya duduknya ditempat tidur, satu jam setiap sore untuk mengosongkan cairan diparu-parunya. Kebetulan sekali tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada dikamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus diatas punggungnya. Setiap sore mereka saling berbincang berjam-jam. Ketika pria yang tepat tidurnya berada didekat jendela diperbolehkan untuk duduk. Ia menceritakan tentang apa yang terlihat diluar jendela. Kepada teman sekamarnya selama satu jam itulah pria kedua merasa senang, dan bergairah membayangkan betapa indahnya diluar sana.
”Eh… kamu tahu ngak? Diluar sana ada sebuah taman dan kolam yang sangat indah. Itik, angsa, berenang dengan cantik. Sedangkan ditepi kolam ada anak-anak sedang bermain
perahu-perahuan. Papa mamanya berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi bermacam-macam bunga bewarna-warni. Wow.. Suatu senja yang sangat indah.” Kata pria yang berada didekat jendela itu dengan bersemangat.

Mendengar ceritanya temannya, pria yang berbaring memejamkan mata sambil membayangkan semua keindahan yang diceritakan oleh temannya tadi. Perasaannya menjadi lebih tenang
dalam menjalankan kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya menjadi bertambah.

Pada suatu sore yang lain. Pria yang duduk dekat jendela menceritakan parade karnaval yang sedang melintas disana. Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade tersebut, namun ia dapat melihatnya dari pandangan mata pria pertama yang menggambarkan semuanya itu dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari kehari, minggu ke minggu, hingga bulan kebulan, dan hingga suatu pagi pria yang berbaring didekat jendela itu meninggal dunia dengan tenang di dalam tidurnya. 

Temannya yang satu kamar itu menjadi sangat sedih, kemudian ia minta perawat agar  dapat pindah ke tempat tidur temannya tadi. Dengan perlahan dan merasa kesakitan pria itu memaksakan dirinya untuk bangun. Dia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela rumah sakit. Betapa senangnya akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan tersebut, hatinya tegar. Perlahan ia mengeluarkan kepalanya ke jendela disamping tempat tidurnya, dan apa yang dilihatnya? Ternyata jendela itu menghadap kesebuah tembok kosong.

Karena bingung ia bertanya pada perawat, “Apa yang membuat temanya yang sudah meninggal tersebut bercerita seolah-olah melihat pemandangan yang luar biasa indah dibalik jendela itu!”

Dan perawat menjawab bahwa “Sesungguhnya pria yang tadi itu adalah seorang yang buta, bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun, barangkali ia ingin memberimu semangat hidup.” Ujar perawat tersebut.

 SUMMARY..
Kita percaya setiap kata bermakna bagi setiap orang yang mendengarkannya. Setiap kata adalah layaknya pemicu, yang mempu menelisik sisi hati terdalam manusia dan membuat kita melakukan sesuati. Kata-kata akan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan semua anggota tubuh kita, dalam berpikir dan bertindak. Kita percaya dalam kata2 tersimpan kekuatan yang sangat kuat, dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata akan selalu hadir pada setiap kita yang percaya. Kita percaya kata-kata yang santun, sopan, penuh dgn motivasi bernilai dukungan memberikan kontribusi positif, dalam setiap langkah kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan sebanding dengan setengah kemuraman. Namun menyampaikan kebahagiaan akan
melipat gandakan kebahagiaan itu sendiri.
Read More